Minggu, 03 Januari 2010

Sejarah Munculnya Tasawuf

Latar Belakang Timbulnya Ilmu Tasauf Dalam Islam
Tentang kapan awal munculnya tasawuf Ibnul Jauzi mengemukakan, istilah sufi muncul sebelum tahun 200H. Ketika pertama kali muncul banyak orang yang membicarakannya dengan berbagai ungkapan. Alhasil, tasawuf dalam pandangan mereka merupakan latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akherat.
Penamaan Sufi
Penamaan shufi tidak ditemukan secara pasti dari kata apa asalnya. Ada perbedaan pendapat mengenai asal kata shufi ataupun tasawuf. Ibnu Taimiyah menyebutkan sebagai berikut;
Dikatakan bahwa lafal shufi itu dinisbatkan (disandarkan) kepada ahli shofah (penghuni lorong dekat masjid Nabi}. Ada pula yang berpendapat, shufi itu dinisbatkan kepada shof depan di hadapan Allah. Konon ada yang menisbatkan shufi kepada Shufah bin Basyar bin Thanjah, satu kabilah dari Bangsa Arab, mereka bertetangga dengan Makkah dari zaman dahulu kala. Dinisbatkanlah orang-orang ahli ibadah (nassak) kepada mereka. Ini, walaupun sesuai untuk penisbatan dari segi lafal yaitu tepat jadi "shufi" namanya, namun penisbatan ini lemah karena mereka itu tidak terkenal dan tidak populer bagi kebanyakan ahli ibadah. Dan seandainya ahli ibadah itu dinisbatkan kepada mereka maka pastilah penisbatan ini sudah ada pada zaman sahabat dan tabi'in serta para pengikut mereka yang pertama. Dan lagi pada umumnya orang-orang yang berbicara mengenai nama shufi itu tidak mengetahui kabilah ini, dan tidak suka kalau dinisbatkan kepada kabilah yang ada di zaman jahiliyah dan tidak ada di zaman Islam.
Dan dikatakan pula bahwa shufi itu dinisbatkan kepada pakaian as-shuf/ bulu domba/ wool. (Majmu' Al-Fatawa oleh Ibnu Taimiyah 11/6 dan lihat 10/510 -20/150, As-Sufiyah `Aqidah wa Ahdaf oleh Laila binti `Abdillah, Darul Wathan, Riyadh, cet I, hal 1410H, hal 10-11).
Asal kata shufi dari pakaian shuf (bulu domba) ini dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah, karena kenyataan yang ada pada masa Ibnu Taimiyah adalah mereka memakai pakaian kasar (bulu domba), sebagai refleksi zuhud (menahan diri agar tidak terlena oleh dunia), dan menampakkan kesederhanaan di dalam hidup dan menghiasi diri dengan akhlaqul karimah terhadap Allah serta seluruh mahluk-Nya.
Ibnu Taimiyah dalam menguatkan shuf (bulu domba) sebagai sebab penamaan shufi adalah karena mereka terkenal dengan pakaian shuf (bulu). Itu hanyalah menyebutkan gejala mereka pada masa itu dan sebelumnya, yaitu pakaian shufi sebagai refleksi dari zuhud. Tetapi ada pendapat lain tentang penamaan itu menunjukkan sebagian pemikiran mereka, yaitu pemikiran seperti yang disebutkan oleh Al-Biruni Abu Ar-Rahyan yang menisbatkan tasawuf kepada kata "Sofia" Yunani yaitu hikmah (filsafat), mengingat karena saling dekatnya pendapat-pendapat antara pendapat orang-orang shufi dengan para filosof Yunani kuno. (al- Tasawuf al mansya' wal mashadir, oleh Ihsan Ilahi Dhahir, hal 33-34).
Diantara tarekat –tarekat sufi adalah :
1. Tiijaniyah
2. Qodiriyah
3. Naqsyabandiyah
4. Syadzaliyah
5. Rifa'iyah
6. Dll.
Di Antara Ucapan –Ucapan Tokoh Kaum Sufi
a. Uways al-Qorony, seorang tabi'in yang diprediksi Nabi SAW sebagai raja surga. Beliau pernah mengatakan,
"pendamlah potensimu di kedalaman bumi yang paling dalam (biar tidak terjebak dalam takjub pada diri sendiri)"
b. Abu Bakar As-Syibly,salah seorang murid Abul Qosim al Junaidy, "aku mengenal Tuhanku lewat Tuhanku (ma'rifat sejatinya bukanlah karena kasab tetapi anugerah Tuhan)
Buku-Buku Tentang Tasauf
a. Alfutuuhaatul makkiyah, yang dikarang oleh Ibnu 'Araby .
b. Quutul Quluub karangan Abu Tholib Al-Makky.
c. Ath-Tawashin karangan Alhallaj.
d. Ihya Ulumuddin, karya Al Ghazali
Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Istilah sufi muncul sebelum tahun 200H. Ketika pertama kali muncul, banyak orang yang membicarakannya dengan berbagai ungkapan. Alhasil, tasawuf adalah latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akherat.
2. Asal kata shufi dari pakaian shuf (bulu domba) ini dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah, karena kenyataan yang ada pada masa Ibnu Taimiyah adalah mereka memakai pakaian kasar (bulu domba), sebagai refleksi zuhud (menahan diri agar tidak lena oleh dunia), dan menampakkan kesederhanaan dan kemelaratan hidup di samping menahan diri dari berhubungan secara negatif dan minta-minta pada orang,
Penutup
Segala puji bagi Allah yang Maha sempurna yang mengatur segala yang ada yang menghidupkan dan yang mematikan.
Saya berharap kepada pembaca agar tidak segan-segan mengingatkan saya apabila ternyata didalam tulisan ini terdapat kesalahan,kekeliruan, karena saya yakin bahwa tidak ada usaha yang sifatnya sempurna dan bahwa kebenaran itu milik Allah yang mungkin saja diilhamkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya .
Saya mengakhiri tulisan ini dengan berdo’a kepada Allah semoga shalawat tetap tercurah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW , sahabat-sahabat beliau, pengikut-pengikut setia beliau sampai datangnya hari akhirat,amin...

0 komentar:

Poskan Komentar

 
footer